PENGAKUAN #edisicurhat

I am not the best person in the world

Maybe people keep telling me how friendly I am, or I am so kind or care for others.
No, I am not actually the person that you think.

I was emotionally emotional (wut?!), I was so easily upset, I didn't care people, I didn't care my surrounding. Just me, myself, and I. Maybe that's all still me.
I can't speak fluently (really, literally). I'm afraid of starting conversation. I'm afraid of making relationships, like friendship. Bahkan sekedar melakukan sapaan saat berpapasan pun sulit. gue selalu takut melakukan hal kecil yang berhubungan dengan orang lain. Like starting conversation like I said before. Gue kadang nggak ngerti bagaimana harus bersikap, or how to react. So that's the reason why I just make a straight face, even I can easily doing that.

Gue bukan tipe orang yang berpikir bahwa komunikasi jarak jauh itu penting. Like when the holidays come, then all of the communications just stop right there. Then nothing. No texting, no calling, no chatting, nothing. Literally nothing. So that made me have no real friends, until then.

Kemudian gue mulai belajar dari orang-orang sekitar. Gue mulai tahu bahwa friendships are important, so do how to maintain it. How to make relations with people, not only with myself. Dan gue sempat menyesalinya. Kenapa orang lain masih bisa berkumpul dengan teman-teman lamanya, sedangkan gue?!

It's so hard to make myself like what people think now.
And its still hard to start it, in every step when I take a closer step to others. It's just hard.
Also another step to act. Hard. Afraid. I am trying. Really hard.
Dan gue mulai belajar untuk tidak menghiraukan apa yang gue takutkan, bahkan terkadang kelewatan ha! Sorry :'(

You know I am still trying hard to do everything that people want to see in me.
It's not like I hate my self or what. I really love myself, all of what Allah gives to me, no matter what. But, I just dont know how to live a life.
I am learning.

vidyafa
I don't even know if its the right time to tell all over the world about what I feel nowadays.

First,
Im kinda fed up with "Ga mau" or "Ga siap"

Second,
Im kinda sick of you guys for not telling what you want or what should I do because of what I did. Or something that you should do.
Why dont you help me by telling me in front of me, by telling me the truth, by telling me at that time.
Sometimes I just wanna quit it.
Why having friends who cannot be friends at any time, any rate.
Palsu. Kalau gue salah, ya kasih tau saat itu juga. Bukan nunggu-nunggu nanti, berasa ga ada masalah apa-apa.

And there's another story,
There is a chat, and you guys dont even want to open it.
Why dont you just say, "maybe thats not the right time for doing something".
Thats why I always reply a chat (almost always), even if its a silly thing.


For the first story
So when you're gonna be ready for something?
Bukannya itu semua bukan buat orang lalin?! Bukannya itu semua buat diri sendiri dan motivasinya adalah tujuan hidup diri sendiri?! To achieve something big afterlife. Habis itu, main lempar-lemparan. Haha lucu sih.
The first story is a real big story. Kecewa aja. Seharusnya orang-orang seperti kalian yang bisa diajak bareng-bareng dalam keadaan apa pun. Seharusnya orang-orang seperti kalian yang harusnya mengerti. Karena kalian yang punya kelebihan-kelebihan itu. But why?

There's the ring, going back to the first story every Saturday day.
People doesn't know the real stories are.
Are they really like that? Or is it me who don't know to see?
Mungkin aku yang salah. Aku minta maaf.

Pesan dari Si Aku

Seseorang berkata :
"Targetkanlah apa yang ingin kanu lakukan di kemudian hari, meskipun belum tentu tercapai pada saat itu juga yang dikarenakan bukan oleh Kamu"

Sedangkan Orang Lain berkata :
"Tidak bisa buat target karena ini dan itu"

Aku mengerti, Orang Lain di sebuah Tempat yang Sibuk Itu punya banyak hal yang harus dikerjakan, ditambah lagi hal-hal baru yang datang dan harus dikerjakan saat itu juga, dan terkadang tidak tepat.
Meskipun Aku tak tahu persisnya seperti apa.

Dan selanjutnya yang Aku sadari adalah :
"Apakah salah bertarget? Apa salahnya punya target? Apakah setidaknya dengan adanya target itu, kita sudah berusaha meskipun hanya berpikir. Dengan begitu, apakah Semua Orang tidak akan berusaha meskipun babyak hal lain yang harus dikerjakan? Tidak kan?! Itu semua ditentukan oleh Kamu. Yang aku tahu, di sana ada Banyak Orang yang mampu dan seharusnya mau ditempatkan."

Aku juga telah melihat hal-hal lain yang dilakukan Semua Orang di Tempat yang Sibuk Itu. Tak hanya target yang jadi gangguan dalam pikiran Aku. Tapi Orang-Orang di dalam Tempat yang Sibuk Itu.

Sejak itu Aku menerka Orang Lain seperti apa. Aku tidak yakin dengan Orang Lain sampai pesan ini Aku sampaikan, dan apa yang selanjutnya akan Orang Lain lakukan.
Aku tahu Aku bukan siapa-siapa yang tidak pernah resmi ada di Tempat yang Sibuk Itu. Akankah Orang Lain mendengarkan Aku yang bukan siapa-siapa ini?
Kemudian pesan Aku ini harus Aku sampaikan kepada Siapa?

Kutipan hati hari ini:

Tidak menutup kemungkinan pikiran dua orang yang tak saling kenal itu sama mehehhe

Renungan

Kala itu aku tak sedang merasakan apapun. Tak sedang mencoba memikirkan sesuatupun. Pikiranku hanya diam selagi melakukan hal-hal biasanya.
Ku raih ponselku yang sedari tadi aku diamkan. Ada tulisan. Ada renungan di salah satu pesan.
Renungan yang membangkitkan kenangan-kenangan dulu, tapi bukan ku sesali, dan tak ku tangisi. Dari renungan itu, aku mensyukuri, mengikhlaskan, menuai pelajaran darinya, dari kenangan-kenangan itu. Kenangan itu bukan untuk dilupakan ternyata.
Renungan itu membuat aku menyadari bahwa kenangan-kenangan itulah yang membuat aku seperti ini sekarang, lebih kuat, lebih bisa menahan, lebih bisa mendengarkan.
Aku mensyukurinya, aku bersyukur aku telah diingatkan.

vidya

Karena perbedaan dasar pemikiran, maka kamu berpikiran lebih jauh, kamu mengerti apa yang mereka maksud. Namun tidak sebaliknya.
Setelahnya mereka yang mengatakan kamu tidak mengerti, padahal kamu iya.
Karena hal tersebut bukanlah apa yang seharusnya.
Maka siapa yang tinggi hati? Siapa yang tidak mau mendengarkan siapa?

TRIPS

When I go somewhere with my family, sometimes its really easy to close my eyes .
But when I go with my friends, it is really hard to do.
Maybe I really dont wanna miss a thing.
And think about how its gonna be if its the last thing i've ever had with them.

I was so happy to see him who is sick, I was happy to hear his story about what he thinks, about what he feels, about what he hates during meeting people, about how he hates people dont believe in him.
I was sooo happy to see him happy seeing us coming there to see him.
I was soo happy. We went to the beach and saw the sea. I was sooo happy to see sea hahha. I was so happy he came with us. I was so happy to feel the waves after us. I was so so so so happy about everything that day. And I was hoping that day never end, but it eventually ended :'(

I hate to say goodbye to the sea, i hate to leave the ocean :(
I hate seeing him sad, and suddenly be quite. I hate to say goodbye to him, leaving him and his family. I hate he was being sad because we were going to leave him really soon.

I am sooo so so sad from remembering that.
I hope he's going to be fine, hope he's going to attend classes, hope the best for him, hope we are going to gather soon.
Aamiin.

Daisypath Happy Birthday tickers
Daisypath Halloween tickers