Tampilkan postingan dengan label my stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my stories. Tampilkan semua postingan

Berhenti

Sebuah kata dalam baris puisi
Ingat kita dalam sebuah akuisisi
Membawa kita dalam petisi
Merenggut hati segala isi

Aku berhenti
Bukan buku yang berarti
Hanya hati yang terlucuti
Mata hati tidak mati

Ingat dulu yang kau lalui
Terlewati ku akui
Apalah arti eksekusi
Jika hanya dalam jeruji

Seketika ku berhenti
Mata hati kini mati
Tanpa tahu hendak nanti
Kini aku berhenti

vidyafa

Urusan Dia

Dont you know?
Akhir-akhir ini kami terlibat dalam sebuah kelompok, sebuah kepanitiaan yang khusus menangani suatu event rutin yang kami garap.
Event ini memang salah satu yang kami buat, salah satu tanggung jawab besar kami, salah satu ladang pahala bagi kami (aamiin).
Karena ada sebuah tanggung jawab, di dalamnya ada satu penanggung jawab kami, pemimpin kami yang seharusnya bisa merangkul dan menuntun kami.
Suatu ketika, beberapa dari kami merasa ada beberapa hal yang membuat kami jengah dengan si penanggung jawab itu.
First thing first, many of us gave our ideas, tapi ditolak. Terkadang penolakannya bukan dengan alasan yang baik, bahkan terkadang tidak bisa diterima, atau mungkin dengan nada merendahkan (?) Who knows people see it like that, hmm.
Next, ketika kami dibebankan suatu pekerjaan, kami dilepas. Kemudian kami datang dengan rencana matang kami, namun semuanya diubah. Lalu kenapa tidak sedari awal kami dibimbing? Atau setidaknya diarahkan?
Aaand other things.
One day, someone told me, "wajar sih, karena dia pj, memang tanggung jawabnya besar, pegang sana sini".
Okay, it's much illuminating, but thats it, I didnt really see the point. I get it, but not really.
Then, one day, someone yang sudah berpengalaman sana-sini dan sudah makan banyak asam garam serta mengerti banyak hal, she told me (not only me actually) "... Just do what our leader told us to do, even they never listen to us, or never accept our ideas, its okay" then there was a little gap in silence, she continued just before I nearly gulp it all over "itu urusan dia nanti sama Allah".
Thats it. Whatever it is, just do it. Yang penting kita ikhlas, ridhlo dan hanya mengharap pahala-Nya. Ingat saja segala sesuatu yang kita perbuat pasti ada ganjarannya, Insyaa Allah.
Kita hanya mengharap pahala bukan?! 
vidyafa

Si Dia yang Buruk Rupa

Terlalu banyak yang ingin dikatakan untuk berkata-kata.

Akhir-akhir ini terlalu banyak dan semakin mencuat lah keburukan Si Dia. Sudah banyak yang menegur, mencoba mengingatkan, mencoba meluruskan dan menyadarkan Si Dia.

Si Dia bilang, ia suka jika banyak orang menegurnya jika ada yang salah pasa si Dia. "Untuk mengingatkan", katanya.
Tapi setelahnya, apa yang dilakukan si Dia? Apa pengaruh bagi si Dia itu? Apakah Si Dia hanya mendengarkan tanpa menyelami apa yang orang serukan? Mungkin. Ataukah Si Dia hanya pura-pura mendengar dengan sumbatan gendang telinganya bertengger di sana?

Orang yang dianggap membahayakan Si Dia, dibungkam, diberhentikan, dibekukan, dan dicabut hak-haknya. Dijerumuskan dalam penjara kesunyian. Tak hanya itu, nama bersihnya dikotori dengan segudang tuduhan. Namanya dilibatkan dalam momen-momen perseteruan.

Apakah tidak cukup?

Masih banyak korban yang tak kau lihat. Korban dari Si Dia yang tak kau ketahui namanya. Korban dari pelucutan hak yang seharusnya dimiliki.

Sudah saatnya semua tahu Si Dia yang Buruk Rupa. Si Dia yang menebar kebohongan. Perkataan Si Dia hanyalah angin lalu. Biarlah Si Dia pergi bersama apa yang menaunginya. Sudah saatnya kebenaran yang menaungi kita.

-vidyafa-

Balada Tingkat Akhir

Klise memang judulya

Eits, tapi ini bukanlah sebuah post berisi keluhan anak tingkat akhir yang mengeluh sana-sini atau mempermasalahkan dirinya yang malas. Bukan juga tentang anak tingkat akhir yang mengejar dosen hingga dikejar dosen. Atau bahkan mengenai persoalan cintanya yang belum kelar. 100% not one of those.

Ini tentang anak tingkat akhir dan temannya.

Mahasiswa tingkat akhir yang umumnya sedang menjalankan penelitian, tugas akhir, skripsi bakal sering tanya satu sama lain mengenai progress mengenai tiga perkara itu.
Contohnya: udah sampai mana? kapan kolokium? kapan seminar? kapan sidang? udah daftar ini? udah daftar itu?
like whatever lah.
Pertanyaan-pertanyaan itu entah dilontarkan untuk sekedar basa-basi seperti kebiasaan orang-orang karena nggak tahu topik apa lagi yang bisa mereka omongin -well, gue juga terkadang kehabisan topik, maka gunakan yang basa-basi ini :p.
Atau untuk bercanda, yang biasanya dilontarkan dengan nada menyebalkan wk cenderung nyindir. Yang ini nih yang jadi kebiasaan anak muda. Suka bercanda bahkan sampai kelewatan. Karena kebiasaan ini lah banyak orang yang menganggap bahwa semua pertanyaan itu 'menyindir'.
Tapi kan nggak semua seperti itu. Ada juga lho yang hanya ingin memperlihatkan kepeduliannya, atau bahkan BENAR-BENAR PEDULI sama kamu.

Hmm, it just happened. just.
I asked one of my closest friends about her seminar if it have took a date or not. And you know what? she replied in a question. Balasannya itu kaya orang nyindir balik suatu sindiran. Ya gue berusaha netral aja. Mungkin dia bercanda atau apa, yaa gue jawab pertanyaannya. Bercanda sih jawabnya, tapi serius. Dan gue tambahin maksud gue nanya itu apa. And then what. She just read it. I just dont get it why she... I dont know. Maybe she's tired or something.
But hey, its me whos asking. I dont really want to hurt you :(
- ugh, actually its really annoying when people don't get what you mean.

Pernah sih, gue menanggapi suatu pertanyaan semacam itu dengan ogah-ogahan karena yang nanyain terkadang menyebalkan :') - maaf yaa - dan saat itu gue sedang sakit - uu kacian wkwk.

But, People. Listen to this. Read this!
I wonder if people can, not to think people are the same. Apakah sulit untuk berusaha menganggap netral sebuah pertanyaan? - sulit sih emang hahha.
Jawab saja pertanyaan itu seperti biasa yang bisa kamu jadikan sebuah do'a, tinggal tambahkan InsyaaAllah, Bismillah, Aamiin. Ucapan itu do'a kan?! Well, gue percaya.

Toh kita sama-sama sedang usaha, sama-sama berada di suatu ambang, sama-sama dalam ketidakpastian. Dan kita berada di tahap yang sama.

And why did I ask her again? Because I just wanna be by your side, whatever it takes. Its you who choose to open your door or not.
Be by your side doesn't mean to support you weather you right or wrong. Be by your side means to protect you from doing wrong, weather its hurt or not.

Kata orang tingkat akhir menguak semua sifat asli mahasiswa. So, is that you?

vidyafa

APRESIASI #edisicurhat

Terkadang kalau lagi ga ada kerjaan, bisa buka ig sampe post yang beberapa minggu lalu dipost akun-akaun yang terfollow 😂
Ada kalanya gue akan memberikan 'love' pada seluruh post yang gue lihat. Ada kalanya gue cuma melihat.
Ada alasannya kenapa gue kasih 'love' sebuah post.
Alasannya bukan sekedar gue di-tag di sana, atau ada akun lain yang di-tag di sana #eh. Terkadang bukan juga karena pengambilan gambar yang bagus, atau karya yabg indah.
Terkadang memberikan 'love' untuk mengapresiasi sebuah peristiwa... moment yang mereka abadikan... Moment yang ingin mereka simpan. Love those moments. Walaupun gambar yang diambil terkadang apa banget #peace wk, walau terkadang captionnya apa banget #peace lagi wk.
But
I'm loving appreciating the moment :)

Memang sih ig banyak yang menarik, tidak seperti path yang mulai ditianggalkan para penggunanya dengan alasan applikasinya yang 'berat'.
But I love using my path more than ig. Bisa lihat akun ig gue kosong, no post, no story, nothing. Cuma ada tag dari org2 yang sempat bermoment ria dengan gue, hehe.
Its not like I hate using ig or something. I just dont like to post every thing in a picture. Terkadang gue lebih suka menggunakan lagu utk menyampaikan apa yg gue pikirkan saat itu, dan itu tersedia di path.
Gue juga tidak menggunakan path utk mencari like sebanyaknya :p as i said that people start leaving that app :') but i use it just like a diary wkwk. As you know diary doesnt need to be seen. Thats another reason hehe..
I like appreciating, but doesnt really like to be seen #sometimes

There are many more reasons 😂 #bahasaapacoba
Too much illogical reasons that I have :p

vidyafa

PENGAKUAN #edisicurhat

I am not the best person in the world

Maybe people keep telling me how friendly I am, or I am so kind or care for others.
No, I am not actually the person that you think.

I was emotionally emotional (wut?!), I was so easily upset, I didn't care people, I didn't care my surrounding. Just me, myself, and I. Maybe that's all still me.
I can't speak fluently (really, literally). I'm afraid of starting conversation. I'm afraid of making relationships, like friendship. Bahkan sekedar melakukan sapaan saat berpapasan pun sulit. gue selalu takut melakukan hal kecil yang berhubungan dengan orang lain. Like starting conversation like I said before. Gue kadang nggak ngerti bagaimana harus bersikap, or how to react. So that's the reason why I just make a straight face, even I can easily doing that.

Gue bukan tipe orang yang berpikir bahwa komunikasi jarak jauh itu penting. Like when the holidays come, then all of the communications just stop right there. Then nothing. No texting, no calling, no chatting, nothing. Literally nothing. So that made me have no real friends, until then.

Kemudian gue mulai belajar dari orang-orang sekitar. Gue mulai tahu bahwa friendships are important, so do how to maintain it. How to make relations with people, not only with myself. Dan gue sempat menyesalinya. Kenapa orang lain masih bisa berkumpul dengan teman-teman lamanya, sedangkan gue?!

It's so hard to make myself like what people think now.
And its still hard to start it, in every step when I take a closer step to others. It's just hard.
Also another step to act. Hard. Afraid. I am trying. Really hard.
Dan gue mulai belajar untuk tidak menghiraukan apa yang gue takutkan, bahkan terkadang kelewatan ha! Sorry :'(

You know I am still trying hard to do everything that people want to see in me.
It's not like I hate my self or what. I really love myself, all of what Allah gives to me, no matter what. But, I just dont know how to live a life.
I am learning.

vidyafa
I don't even know if its the right time to tell all over the world about what I feel nowadays.

First,
Im kinda fed up with "Ga mau" or "Ga siap"

Second,
Im kinda sick of you guys for not telling what you want or what should I do because of what I did. Or something that you should do.
Why dont you help me by telling me in front of me, by telling me the truth, by telling me at that time.
Sometimes I just wanna quit it.
Why having friends who cannot be friends at any time, any rate.
Palsu. Kalau gue salah, ya kasih tau saat itu juga. Bukan nunggu-nunggu nanti, berasa ga ada masalah apa-apa.

And there's another story,
There is a chat, and you guys dont even want to open it.
Why dont you just say, "maybe thats not the right time for doing something".
Thats why I always reply a chat (almost always), even if its a silly thing.


For the first story
So when you're gonna be ready for something?
Bukannya itu semua bukan buat orang lalin?! Bukannya itu semua buat diri sendiri dan motivasinya adalah tujuan hidup diri sendiri?! To achieve something big afterlife. Habis itu, main lempar-lemparan. Haha lucu sih.
The first story is a real big story. Kecewa aja. Seharusnya orang-orang seperti kalian yang bisa diajak bareng-bareng dalam keadaan apa pun. Seharusnya orang-orang seperti kalian yang harusnya mengerti. Karena kalian yang punya kelebihan-kelebihan itu. But why?

There's the ring, going back to the first story every Saturday day.
People doesn't know the real stories are.
Are they really like that? Or is it me who don't know to see?
Mungkin aku yang salah. Aku minta maaf.

Pesan dari Si Aku

Seseorang berkata :
"Targetkanlah apa yang ingin kanu lakukan di kemudian hari, meskipun belum tentu tercapai pada saat itu juga yang dikarenakan bukan oleh Kamu"

Sedangkan Orang Lain berkata :
"Tidak bisa buat target karena ini dan itu"

Aku mengerti, Orang Lain di sebuah Tempat yang Sibuk Itu punya banyak hal yang harus dikerjakan, ditambah lagi hal-hal baru yang datang dan harus dikerjakan saat itu juga, dan terkadang tidak tepat.
Meskipun Aku tak tahu persisnya seperti apa.

Dan selanjutnya yang Aku sadari adalah :
"Apakah salah bertarget? Apa salahnya punya target? Apakah setidaknya dengan adanya target itu, kita sudah berusaha meskipun hanya berpikir. Dengan begitu, apakah Semua Orang tidak akan berusaha meskipun babyak hal lain yang harus dikerjakan? Tidak kan?! Itu semua ditentukan oleh Kamu. Yang aku tahu, di sana ada Banyak Orang yang mampu dan seharusnya mau ditempatkan."

Aku juga telah melihat hal-hal lain yang dilakukan Semua Orang di Tempat yang Sibuk Itu. Tak hanya target yang jadi gangguan dalam pikiran Aku. Tapi Orang-Orang di dalam Tempat yang Sibuk Itu.

Sejak itu Aku menerka Orang Lain seperti apa. Aku tidak yakin dengan Orang Lain sampai pesan ini Aku sampaikan, dan apa yang selanjutnya akan Orang Lain lakukan.
Aku tahu Aku bukan siapa-siapa yang tidak pernah resmi ada di Tempat yang Sibuk Itu. Akankah Orang Lain mendengarkan Aku yang bukan siapa-siapa ini?
Kemudian pesan Aku ini harus Aku sampaikan kepada Siapa?

Karena perbedaan dasar pemikiran, maka kamu berpikiran lebih jauh, kamu mengerti apa yang mereka maksud. Namun tidak sebaliknya.
Setelahnya mereka yang mengatakan kamu tidak mengerti, padahal kamu iya.
Karena hal tersebut bukanlah apa yang seharusnya.
Maka siapa yang tinggi hati? Siapa yang tidak mau mendengarkan siapa?

TRIPS

When I go somewhere with my family, sometimes its really easy to close my eyes .
But when I go with my friends, it is really hard to do.
Maybe I really dont wanna miss a thing.
And think about how its gonna be if its the last thing i've ever had with them.

I was so happy to see him who is sick, I was happy to hear his story about what he thinks, about what he feels, about what he hates during meeting people, about how he hates people dont believe in him.
I was sooo happy to see him happy seeing us coming there to see him.
I was soo happy. We went to the beach and saw the sea. I was sooo happy to see sea hahha. I was so happy he came with us. I was so happy to feel the waves after us. I was so so so so happy about everything that day. And I was hoping that day never end, but it eventually ended :'(

I hate to say goodbye to the sea, i hate to leave the ocean :(
I hate seeing him sad, and suddenly be quite. I hate to say goodbye to him, leaving him and his family. I hate he was being sad because we were going to leave him really soon.

I am sooo so so sad from remembering that.
I hope he's going to be fine, hope he's going to attend classes, hope the best for him, hope we are going to gather soon.
Aamiin.

The Way

Should I feel like I choose the wrong way
The way which makes me the most mistaken person
The way which no one understand you
Understand that you've already tried Understand that you've already sacrifice what you had

Do you people know that I'm trying!
I'm trying!

And now I'm tired.
I'm going.

Tidak Dihargai

Rasanya sakit kan kalau ga dihargai
Kalau lu udh melakukan sesuatu
Lu udh usaha
Lu udah mati-matian ngelakuinnya

Tapi yang elu dapat ada lah "harusnya..."

Capek gue

What Actually Friendships Are

I thought friendship
Should be honest
Should be light
Should be nice
Should be great
Should be big
Should be an open door
Should being missed
Should being loved

What now?
Where is the friendship mean to you?
Where is the friendship that you told?
Where is the friendship that you want?
Where is the sweet friendship that you told me should be?
Those are just bullsht

Those friendships are just all about you
And not an open door
And cant be big

Now I wonder what actually friendships are
I dont even know what exactly it is
Because everything just has been closed
And now I'm blind
Because you wont tell me what should I do. Just dont leave me in this blindness. Just tell me how should it be.
I just hope one thing about friendship to be true. Friendship should be honest. Unless we're not in the friendship thing.

vidyafa

Manusia dan Manusia Lain

Manusia menganggap manusia lain tidak (TIDAK) sempurna.
Manusia menganggap manusia lain tidak (TIDAK) mengerti yang manusia pikirkan.
Manusia menganggap manusia lain tidak (TIDAK) mengetahui apa yang manusia maksud.
Manusia menganggap dirinya tidak (TIDAK) paling benar.
Manusia selalu tidak (TIDAK) melihat dirinya terlebih dahulu.

Manusia menganggap manusia lain tidak (TIDAK) sempurna?

Putus Asa

Apa itu putus asa ketika kau tak bisa berbuat apa-apa
Apa itu putus asa ketika kau hanya bisa memandang kosong
Apa itu putus asa ketika kau tak tahu apa yang harus kau beri
Apa itu putus asa ketika kau hanya mematung
Apa itu putus asa ketika kau berkata siratan pikiran
Apa itu putus asa ketika kau tak bermaksud

Apa itu putus asa?
Ini sebuah keputusasaan

Keputusasaan atas diri yang diam
Keputusasaan atas kekosongan
Keputusasaan atas buah pemikiran
Keputusasaan atas ketercekatan
Keputusasaan atas kebohongan
Keputusasaan atas tujuan

Ketika kau datang, diam, dan bohong
Aku telah datang, diam, dan bohong
Aku takut

vidyafa

A Desolate Spree

Mungkin ini aku yang salah
Jika saja aku tidak membuncahkan keinginanku
Jika aku tahu yang tak ku tahu sebelumnya

Mungkin ini aku yang salah
Jika saja aku mencari tahu
Jika aku tak sebodoh dan selupa itu

Mungkin ini aku yang salah
Aku tidak ingat yang sebenarnya
Layak kah aku menyesali ini?

vidya

Staying Alive Like

Bearing body's up
Keep stepping the ground
Focus riding bike
Still hearing the sound

Clapping palms
Stomping the lawn

Carrying it out
Cheering loud

Stealing the breath
Getting the beat

Cooling it down
Keep flying high

Up up and away
vidya

Mereka harus tahu

Entah mengapa hari ini ego mengalahkan segalanya
Entah mengapa aku tetap bisa menahan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya
Entah mengapa logika menyadarinya
Entah mengapa semua mengalir di belakang
Entah mengapa ku rasa mereka tahu
Mereka harus tahu

vidya

Late Late Post - Official Days


Love being part of you, Guys :)

@AUDIT FMIPA
From left : Reksa P Pamungkas (Vocal), Achmad Alfiyan (Rythme), Fahamah Syarifa (Vocal), Fima M A R Siregar (Vocal), Diane Nurfaidah (Vocal), Me, Ario Bagasworo (Coach-Keyboardist), Malik Al Rasyid (Vocal)

Vocal Group Biologi - Vocalogy - Juara 3 SPIRIT

what an officially official days,
vidya

Kutipan hati baru saja :
Ketika kamu kecewa, tapi kamu juga yang harus meminta maaf. Berbesar hatilah.

vidya
Daisypath Happy Birthday tickers
Daisypath Halloween tickers