Puisi Berantai (Not Really) Ala Gue

Untitled

A
Aku hidup dalam keegoisan
Aku tak mau

B
Butuh kau meski kau tak butuh
Bersamanya

C
Cinta dengan cerita
Cerah dunia dengan caranya

D
Dunia milik kita
Derap langkah di atas bumi

E
Entah kita keluarga
Embun pagi tiada arti dengan

A
Aku hanyalah seorang wanita yang hidup sendiri
Aku tak mau ada kau, tak mau ku tahu ada kita
Ada aku, kau tak ada
Aku tak ada kau

B
Berbicara, meski tiada kata
Bukan cerita yang ada
Bahkan kau tak jadi bagian
Bagaikan

C
Cerita tak berujung
Cerita kita sampai akhir
Cinta ini tak kan hilang
Cinta tanpa

D
Dilema bagai derita
Deras air mata tak terbendung
Dunia milik kita
Dan

E
Enyahlah cerita lama
Erangan tiada tara
Entah apa ini keluarga
Elakan dari setiap

A
Frasa tak berarti
Fananya dunia yang ku punya
Fantasi-fantasi keindahan tak ku peduli
Fakta membuatku

B
Geram
Gelagap hati tanpa kau
Gulita tiada arti membuatmu

C
Hidup tiada arah
Halus menarikmu
Hilang ke tepian

D
Iba, tapi
Iri ku lihat mereka
Ingin meraih dunia

E
Jerami masalah tak mendasar
Jurang cerai berai bagai
Jelaga

A
Kelam
Ku lihat tak seorang pun

B
Lelah menggapaimu
Lepaskan bebanmu

C
Menarilah dengan melodi
Masuklah dalam

D
Napas alam derapmu
Nirvana itu adalah

E
Obligasi peraturan tak tertulis
Obituari menyeruak

A
Paksa aku tuk mengerti apa itu

B
Quantum tanpa perangai bagai

C
Rasa ku pendam lama tanpa

D
Selasar pegunungan sampai

E
Terabaikan aku dalam ranah ini

A
Usah kau tak peduli dengan

B
Variasi

C
Wajah

D
Xylografi

E
Yaitu

A
Zenith kebersamaan kita

A B C D E
Biologi

Poem by :
Vidya F Astutiputri
Performed by 5 person :
Indah Noviana (as A), Irham A Azis (as B), Kamila Alawiyah (as C), Riko Syahputra (as D), Truly A M Nastiti (as E)
with their ow style :p
@Gedung JHH IPB, HBH Biologi 2015

love you guys,
vidya

Kebutuhan Primer

Kebutuhan primer manusia zaman kini
Sandang
Pangan
Papan
Charger-an
Jaringan
Kepastian

Kelas Komunikasi Kelompok 19 Februari 2016
kutipan hati akhir-akhir ini
when you had a big strong feeling about leaving soon

vidya
Oke, gue ingin menuliskan sesuatu yang ingin dituluskan *bodoamat* jadi inget kalau gue terakhir itu nge-post laporan karena blog mahasiswanya ga bisa dibuka itu haaah. Jadi segan kan mau nge-post -_____-

Ga jadi dah ah. *belajar dulu besok ujian jam 8 vid!*
tuh kan mulai ngomong sendiri udahlah, bye!
vidya

PEMBUATAN SAYATAN MELINTANG DAUN DENGAN METODE PARAFIN


Mempelajari atau mengklasifikasi suatu organisme menurut Budhi et al (2008) dilakukan dengan pengamatan ciri-ciri suatu organisme, seperti morfologi, anatomi, fisilogi, histologi, dan lain sebagainya. Menurut Fahn (1982), pengamatan struktur anatomi sangat penting guna pembelajaran serta klasifikasi suatu spesies. Untuk melihat struktur anatomi suatu organisme, dibutuhkan pengamatan mikroskopis. Pengamatan mikroskopis ini dilakukan untuk melihat susunan dan bentuk sel sehingga dapat diketahui ciri khusus yang dimiliki individu dan dikelompokkan bersama spesies dengan tingkat kemiripan tinggi.
Pengamatan anatomi pada tumbuhan dapat dilakukan dengan penyayatan secara konvensional dengan menggunakan silet, atau penyayatan dengan mikrotom. Penyayatan pun tidak dapat dilakukan begitu saja. Sebelumnya, harus diketahui terlebih dahulu bagian yang akan disayat, serta struktur dari organ tersebut. Bila organ berongga atau tipis, maka sebelumnya dapat dilakukan proses embedding atau penanaman organ pada suatu cairan yang dapat mengeras, salah satunya adalah parafin.
Parafinasi menurut Lang (2009) merupakan proses masuknya zat atau cairan parafin pada celah, rongga, maupun sel sebelum proses pemblokan dnegan parafin itu sendiri. Proses ini disebut juga dengan infiltrasi parafin. Penggunaan parafin mengharuskan organ dalam keadaan tanpa kandungan air, karena zat parafin yang non polar sehingga tidak dapat bercampur dengan air yang polar. Hal tersebut membuat parafin tidak dapat masuk ke dalam jaringan. Sehingga dilakkan dehidrasi terlebih dahulu yang biasanya menggunakan larutan alkohol. Tahap dehidrasi inilah yang sering dimodifikasi mengingat jaringan tumbuhan yang lebih sulit diinfiltrasi oleh parafin sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
Suzuki et al. (2002) menyampaikan bahwa sebelum tahap parafinasi, dibutuhkan persiapan jaringan atau organ terlebih dahulu. Tahapan (gambar 1) yang perlu diperhatikan adalah tahap pencucian, fiksasi, kemudian barulah tahap dehidrasi. Ketiga tahap ini menggunakan larutan yang berbeda sesuai dnegan kebutuhan organ atau jaringan yang digunakan. Setelah itu, masuk ke tahap infiltrasi, kemudian pemblokkan dengan cairan parafin konsentrasi tinggi. Pembuatan blok ini ditujukan untuk membantu agar rongga-rongga organ terisi dan menjadi keras, sehingga dapat dilakukan penyayatan dengan mudah tanpa merusak organ.

Gambar 1 Proses pembuatan sayatan daun

Praktikum mikroteknik tumbuhan salah satunya menggunakan daun Acacia sp. (gambar 2). Proses fiksasi sampai embeddingmasing-masing dilakukan selama satu minggu. Setelah proses embedding dilakukan, masing-masing daun dipotong atau disayat menggunakan mikrotom untuk mendapatkan sayatan melintang dengan ketebalan 10µm-12µm. Hasil sayatan akan menyerupai pita yang kemudian diletakkan pada kaca preparat yang telah dioles dengan albumin kemudian ditetesi oleh air. Keberdaan air mencegah agar pita sayatan tidak langsung menepel pada kaca, sehingga dapat diatur posisinya terlebih dahulu. Kemudian akan merekat pada kaca preparat karena adanya albumin. Menurut SC (2008), albumin merupakan cairan yang stabil, dan merupakan pelaku oksidasi yang kuat sehingga penempelan mudah dilakukan. Setelah itu disimpan di atas hot plate untuk menghilangkan air.
Selanjutnya dilakukan tahap pewarnaan ganda dengan safranin dan fast green. Pewarnaan ganda ini dimaksudkan untuk mewarnai dua bagian jaringan yang berbeda. Safranin akan memberi warna merah pada bagian jaringan yang terlignifikasi, sedangkan fast green memberikan warna hijau pada bagian jaringan yang terlignifikasi maupun tidak (Clair et al. 2006). Kemudian pengamatan dengan mikroskop dan optilab dilakukan setelah diberi entelan untuk mengawetkan dan ditutup dengan cover glass. Hasil pengambilan foto meggunakan optilab (gambar 2) cukup baik, sel-selnya juga terlihat jelas. Acacia sp, memiliki lapisan atas dan bawah yang sama, yaitu di bawah lapisan epidermis terdapat jaringan tiang atau palisade.

Gambar 2 Hasil sayatan melintang daun Acacia sp. perbesaran 40x10

DAFTAR PUSTAKA
Budhi GS, Handayani TF, Adipranata R. 2008. Aplikasi pengenalan daun untuk klasifikasi tanaman dengan metode probabilistic neural network. Aplikasi Pengenalan Daun. Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen; 2008 20-21 Agustus; Depok, Indonesia. Surabaya (ID): Universitas Kristen Petra Press. hlm 230-235.
Clair B, Ruelle J, Beauchene J, Prevost MF, Fournier M. 2006. Tension wood and opposite wood in 21 tropical rain forest species. IAWA Journal. 27(3): 329-338.
Fahn A. 1982. Plant Anatomy. Oxford (GB): Pergamon Press.
Lang AG. 2009. The use of n-butyl alcohol in the parafin method. Stain Technology. 12(3): 113-117.
[SC] Scholar Chemistry. 2008. Albumin, (Egg). Carlsbad (US): Material Safety Data Sheet Press.
Suzuki M, Katsuyama K, Adachi K, Ogawa Y, Yorozu K, Fuiji E, Misawa Y, Sugimoto T. 2002 Combination of fixation using PLP fixative and embedding in parafin by the AMeX method is useful for histochemical studies in assessment of immunotoxicity. The Jornal of Toxicological Sciences. 27(3): 165-172.

oleh KELOMPOK 4 MIKROTEKNIK KELAS B

sebagai LAPORAN SEDIAAN IRISAN TUMBUHAN METODE PARAFIN

Keterpaksaan

Terkadang
Keterpaksaanlah yang memaksamu untuk menyelesaikan apa yang telah kau mulai
Hingga akhirnya kau melakukan hal terakhir
Menaruh pucuk di atas tajuk berakar
Menaruh loteng di atas bangunan berfondasi
Mencapai garis finish di depan garis start yang jauh jarak keduanya
Dan kau bisa menuai pucuk dan buah, bermain dalam loteng, atau mengambil piala juara itu.
Haruskah keberhasilanmu dipanen dengan keterpaksaan juga?

vidya

Seharusnya

Aku menyesal
Tapi aku menyesal
Seharusnya aku tak menyesal
Seharusnya aku berhenti
Seharusnya kepustusasaan itu datang lebih awal
Seharusnya bukan aku
Seharusnya tak sekarang
Seharusnya ini muncul di saat yang tepat
Seharusnya aku mundur saja
Seharusnya ku tentang mereka
Seharusnya ku tak pilih orang itu
Seharusnya ku tak bersama dia atau mereka
Seharusnya keraguan itu menyeruak keluar
Seharsunya kebingunganku mengalahkan keinginanku
Seharusnya tak ku iyakan
Seharusnya tak ku beri tindakan
Seharusnya tak ku lanjutkan
Seharusnya tak ku tanyakan
Seharusnya tak ku inginkan
Seharusnya tak ku tulis namaku di sana

vidya
Daisypath Happy Birthday tickers
Daisypath Halloween tickers