kutipan hati hari ini :
what unbelievable extreme dreams
kutipan hati malam ini :
being rejected. is it that hurt so much?

vidya

My Own World Just Started to Crumble

You know that maybe I've said it a lot
"I have my own world, where no one else need to know about it"
But I don't know. I just want to spill it out. I just wanna said it out loud, so every single person in the world can hear it. I know they won't hear it, moreover listen to it.

Because I know they have their own lives too and fight for it. You too.

You know theres some circumstance that make my world fragile, aside from how bad I built it. I couldn't build it properly, than the development just stopped. Now, its just started shaking and sinking.


just me, standing

Antara Puasa, Rumah, dan Asrama

Tarawih hari pertama.. Jadi inget taun lalu puasa harus di asrama. Jauh dari rumah, jauh dari keluarga, jauh dari makanan enak, jauh dari makanan banyak - lhaaaah menyimpang, tapi emang iya sih -.

Karena gue anak SNMPTN jadilah gue ikut matrikulasi IPB taun lalu. Jadi begitu.

Makan akhirnya mesen dari semacam cathering - bener gasih tuliasannya? - gitu. Kadang juga ada yang nggak bagus, seperti basi contohnya.. Untung kaga dapet yang apes begitu. Alhamdulillah.

Buka puasa.. Ga begitu inget buka puasa di asrama begimane dah.. Ingetnya yang baik-baik aja, buka puasa bereng temen selorong - lorong 6, Six Staaaaars! yeaaah! -
Oiya, ngomong-ngomong soal bareng, kadang sahur juga bareng-bareng selorong.
Kocak banget dah kalau saur tuh ada aja yang bangun telat, terutama kamar depan serong kanan noh. Tau-tau bangun-bangun panik gitu -_____-

Sekarang udah keluar asrama, antara seneng sama sedih deh. Sedih kaga bisa bareng anak selorong lagi.. Hahaha kangen banget sama mereka. Kangen berisiknya walaupun bikin gendang telinga serasa mau pecah ("-_-)

vidya
kutipan hati akhir-akhir ini :
sakit perut ku rasakan (X-5 bangeeet -______-)

Maaf

Minta maaf itu nggak semudah kita mengucapkan 'kacang goreng'. Bahkan untuk orang-orang cadel (maaf, nggak bermaksud) 'kacang goreng' tuh susah diucapkan dengan benar. Memaafkan juga, bahkan lebih sulit dari pada minta maaf.

Oke, sebenarnya prolog barusan nggak ada hubungannya sama post kali ini. Ada siih, tapi diiikiiiit banget.

Beberapa kali orang minta maaf ke gue, bilangnya cuma "vid, maafin aku". Nggak ada lanjutannya. Suka gue jawab, "minta maaf kenapa?" meskipun gue tau dia minta maaf buat apa. Gue nggak sekedar ngomong, tapi gue punya beberapa alasan.

Selain gua nggak mau memperdalam permasalahan antara gue dan orang itu,
Pertama, gue nggak mau orang itu minta maaf tanpa tau apa yang sudah dia lakukan. Meskipun sebenarnya dia emang tau, tapi kesannya dia nggak tau.
Next, gua emang nggak suka bahas panjang-panjang suatu masalah, capek lah.
Gue pengen dia nyadar, minta maaf nggak segampang yang dia kira, begitupula memaafkan.
Lanjut, karena dia penasaran gua nggak inget kesalahan dia, dia bakal nggak enak hati meskipun gua biasa aja. Biasa yang maksa pastinya. Akhirnya, semoga dia mengakui untuk apa sesungguhnya dia minta maaf. Bagus kalo dia nyadar, kalo nggak hebat banget tuh orang, batu. Minta maafnya kaga tulus. Bohong.

Selanjutnya, ketika gue sudah mengucapkan kepada dia bahwa gue sudah memaafkannya, tapi doi tetep minta maaf terus. Gue malah jadi males maafinnya. You know what? Buat bilang "iyaa", "selow aja", "nggak apa-apa", dan semacamnya itu butuh tenaga ekstra. Karena terkadang hati yang belum ikhlas, memaksakan wajah biasa bahkan ceria. Faking smile. Menjadi fake itu terkadang diperlukan, misal kita nggak mau hubungan kita dengan teman kita yang satu itu berakhir begitu saja. Yee kaaan?! (gagal deh nih post bagus-bagus)

Minta maaf itu butuh alasan, bro. Tapi memaafkan nggak selamanya butuh alasan.

vidya
kutipan hati hari ini :
Passed. Passed. Passed. Done. Gone.

just me
Daisypath Happy Birthday tickers
Daisypath Halloween tickers